Showing posts with label Geometri. Show all posts
Showing posts with label Geometri. Show all posts

Saturday, 19 October 2019

Luas Permukaan dan Volume Kubus

Pernahkah kamu melihat dadu? Dadu merupakan salah satu alat permainan yang berbentuk kubus. Apa yang dimaksud dengan kubus?
1.     Definisi Kubus
Kubus adalah sebuah bangun ruang yang semua sisinya berbentuk persegi dan semua rusuknya sama panjang. Gambar di samping menunjukkan sebuah kubus ABCD.EFGH yang memiliki unsur-unsur sebagai berikut.
2.     Unsur-Unsur Kubus

a.     Sisi/Bidang
Sisi kubus adalah bidang yang membatasi kubus. Kubus memiliki 6 buah sisi yang semuanya berbentuk persegi, yaitu ABCD (sisi bawah), EFGH (sisi atas), ABFE (sisi depan), CDHG (sisi belakang), BCGF (sisi samping kiri), dan ADHE (sisi samping kanan).
b.     Rusuk
Rusuk kubus adalah garis potong antara dua sisi bidang kubus dan terlihat seperti kerangka yang menyusun kubus. Coba perhatikan kembali Gambar Kubus ABCD.EFGH. Kubus memiliki 12 buah rusuk, yaitu AB, BC, CD, DA, EF, FG, GH, HE, AE, BF, CG, dan DH. Rusuk-rusuk yang sejajar pada kubus :  AB//DC//EF//HG ; AD// BC// FG//EH ; dan  AE// BF//CG// DH
c.     Titik Sudut

Titik sudut kubus adalah titik potong antara dua rusuk. Dari Gambar 8.2 , terlihat kubus ABCD. EFGH memiliki 8 buah titik sudut, yaitu titik A, B, C, D, E, F, G, dan H.

Selain ketiga unsur di atas, kubus juga memiliki diagonal. Diagonal pada kubus ada tiga, yaitu diagonal bidang, diagonal ruang, dan bidang diagonal.
a.     Diagonal Bidang


Coba kamu perhatikan kubus ABCD.EFGH. Pada kubus tersebut terdapat garis EG dan FH yang menghubungkan dua titik sudut yang saling berhadapan dalam satu sisi/bidang. Ruas garis tersebut dinamakan sebagai diagonal bidang. Kubus mempunyai 12 diagonal bidang, diantaranya adalah : AC, BD, FH, GE, BE, AF, DG, CH, BG, CF, AH, DE
b.     Diagonal Ruang

Kubus ABCD.EFGH disamping terdapat ruas garis HB dan EC yang menghubungkan dua titik sudut yang saling berhadapan dalam satu ruang. Ruas garis tersebut disebut diagonal ruang. Kubus mempunyai 4 diagonal ruang, diantaranya AG, HB,CE, dan DF.

Perhatikan kubus ABCD.EFGH secara saksama. Pada gambar tersebut, terlihat dua buah diagonal bidang pada kubus ABCD. EFGH yaitu BD dan HF. Ternyata, diagonal bidang BD dan HF beserta dua rusuk kubus yang sejajar, yaitu BF dan DH membentuk suatu bidang di dalam ruang kubus bidang BDHF pada kubus tersebut.
Bidang diagonal adalah bidang yang dibatasi oleh dua rusuk dan dua diagonal bidang pada kubus. Kubus memiliki 6 bidang diagonal. Bidang diagonal kubus ABCDEFGH adalah : BDHF, ACGF, ABGH, CDEF, ADGF, BCHE



3.     Cara Melukis Kubus
Langkah-langkah melukis kubus :
a.     Lukislah dua buah persegi, sebagai bagian sisi depan dan sisi belakang kubus. Rusuk yang tidak terlihat dari depan lukislah dengan garis putus-putus. 

b.     Hubungkan rusuk-rusuk dari depan ke belakang. Terbentuklah sebuah kubus.

4.     Sifat-Sifat Kubus

Untuk memahami sifat-sifat kubus, coba kamu perhatikan Gambar di samping. Gambar tersebut menunjukkan kubus ABCD.EFGH yang memiliki sifat-sifat sebagai berikut.
1.     Semua sisi kubus berbentuk persegi.
2.     Semua rusuk kubus berukuran sama panjang.
3.     Setiap diagonal bidang pada kubus memiliki ukuran yang sama panjang.
4.     Setiap diagonal ruang pada kubus memiliki ukuran sama panjang.
5.     Setiap bidang diagonal pada kubus memiliki bentuk persegipanjang.
5.     Kerangka Kubus
Sebuah kubus memiliki 12 rusuk. Jika panjang rusuk kubus adalah s maka jumlah panjang rusuknya adalah 12r.
6.     Jaring-Jaring Kubus
Jaring-jaring kubus ada 11 yaitu :


7.     Luas Permukaan Kubus
Misalkan, kamu ingin membuat kotak makanan berbentuk kubus dari sehelai karton. Jika kotak makanan yang diinginkan memiliki panjang rusuk 8 cm, berapa luas karton yang dibutuhkan untuk membuat kotak makanan tersebut? Masalah ini dapat diselesaikan dengan cara menghitung luas permukaan suatu kubus.
Luas permukaan kubus adalah jumlah luas sisi-sisi kubus. Kalian ingat bahwa kubus mempunyai 6 sisi dengan panjang rusuk (r). Sedangkan sisi kubus merupakan bangun datar yaitu persegi. Jadi, untuk mencari luas permukaan kubus adalah 6 kali luas persegi. Atau dengan rumus :
L permukaan kubus = 6 × r2
8.     Volume Kubus
Misalkan, sebuah bak mandi yang berbentuk kubus memiliki panjang rusuk 1,2 m. Jika bak tersebut diisi penuh dengan air, berapakah volume air yang dapat ditampung? Untuk mencari solusi permasalahan ini, kamu hanya perlu menghitung volume bak mandi tersebut. Bagaimana mencari volume kubus? Masalah ini dapat diselesaikan dengan cara menghitung Volume suatu kubus. Perhatikan gambar dibawah ini.

Kubus di atas mempunyai 8 kubus kecil. Kubus-kubus kecil tersebut merupakan isi/volume kubus besar. Dengan kata lain, volume kubus di samping adalah 2 satuan x 2 satuan x 2 satuan = 8 satuan.
V kubus = rusuk x rusuk x rusuk = r x r x r = r3

9.     Contoh Soal
a.     Sebuah bak air berbentuk kubus dengan alas berukuran 50 cm × 50 cm. Berapakah volume air yang harus diisikan pada bak tersebut agar dapat terisi sampai penuh?
Penyelesaian:
Diketahui:
r = 50 cm
Ditanyakan:
kubus = . . . .
Solusi:
V kubus = r x r x r
         = 50 cm x 50 cm x 50 cm
         = 125.000 cm3
Jadi, banyaknya air yang harus diisikan pada bak tersebut adalah 125.000 cm3 atau 125 liter.

b.     Suatu kubus memiliki panjang rusuk 15 cm. Tentukan luas permukaan kubus tersebut?
Penyelesaian:
Diketahui:
r = 15 cm
Ditanyakan:
L permukaan kubus = . . . .
Solusi:
L permukaan kubus = 6 × r2
                     = 6 × 152
                     = 6 × 15 cm × 15 cm
                     = 6 × 225 cm2
                     = 1350 cm2
Jadi, luas permukaan kubus tersebut adalah 1350 cm2.

Luas Permukaan dan Volume Balok

Luas Permukaan dan Volume Balok
1.     Definisi Balok
Balok adalah bangun ruang tiga dimensi yang dibentuk oleh tiga pasang persegi atau persegi panjang, dengan paling tidak satu pasang di antaranya berukuran berbeda
2.     Unsur-Unsur Balok
Gambar di bawah menunjukkan sebuah balok ABCD.EFGH yang memiliki unsur-unsur sebagai berikut.

Sisi balok adalah bidang yang membatasi balok. Balok memiliki 6 buah sisi yang masing-masing sisi yang berhadapan kongruen, yaitu ABCD (sisi bawah) kongruen dengan EFGH (sisi atas), ABFE (sisi depan) kongruen dengan CDHG (sisi belakang), dan BCGF (sisi samping kanan) kongruen dengan ADHE (sisi samping kiri).
b.     Rusuk
Rusuk balok adalah garis potong antara dua sisi bidang balok dan terlihat seperti kerangka yang menyusun balok. Coba perhatikan kembali Gambar Balok ABCD.EFGH. Balok memiliki 12 buah rusuk, yaitu AB, BC, CD, DA, EF, FG, GH, HE, AE, BF, CG, dan DH. Rusuk-rusuk yang sejajar pada balok :  AB//DC//EF//HG ; AD// BC// FG//EH ; dan  AE// BF//CG// DH
c.     Titik Sudut

Titik sudut balok adalah titik potong antara dua rusuk. Dari Gambar di atas, terlihat balok ABCD. EFGH memiliki 8 buah titik sudut, yaitu titik A, B, C, D, E, F, G, dan H.

Selain ketiga unsur di atas, balok juga memiliki diagonal. Diagonal pada balok ada tiga, yaitu diagonal bidang, diagonal ruang, dan bidang diagonal.
a.     Diagonal Bidang

Coba kamu perhatikan balok ABCD.EFGH. Pada balok tersebut terdapat garis EG dan FH yang menghubungkan dua titik sudut yang saling berhadapan dalam satu sisi/bidang. Ruas garis tersebut dinamakan sebagai diagonal bidang. Balok mempunyai 12 diagonal bidang, diantaranya adalah : AC, BD, FH, GE, BE, AF, DG, CH, BG, CF, AH, DE

Balok ABCD.EFGH disamping terdapat ruas garis HB dan EC yang menghubungkan dua titik sudut yang saling berhadapan dalam satu ruang. Ruas garis tersebut disebut diagonal ruang. Balok mempunyai 4 diagonal ruang, diantaranya AG, HB,CE, dan DF.
c.     Bidang Diagonal


Perhatikan balok ABCD.EFGH secara saksama. Pada gambar tersebut, terlihat dua buah diagonal bidang pada balok ABCD. EFGH yaitu BD dan HF. Ternyata, diagonal bidang BD dan HF beserta dua rusuk balok yang sejajar, yaitu BF dan DH membentuk suatu bidang di dalam ruang balok bidang BDHF pada balok tersebut.
Bidang diagonal adalah bidang yang dibatasi oleh dua rusuk dan dua diagonal bidang pada balok. Balok memiliki 6 bidang diagonal. Bidang diagonal balok ABCDEFGH adalah : BDHF, ACGF, ABGH, CDEF, ADGF, BCHE
Langkah-langkah melukis balok :
a.     Lukislah dua buah persegi, sebagai bagian sisi depan dan sisi belakang balok. Rusuk yang tidak terlihat dari depan lukislah dengan garis putus-putus. 
 
b.     Hubungkan rusuk-rusuk dari depan ke belakang. Terbentuklah sebuah balok.

4.     Sifat-Sifat Balok

Untuk memahami sifat-sifat balok, coba kamu perhatikan Gambar di samping. Gambar tersebut menunjukkan balok ABCD.EFGH yang memiliki sifat-sifat sebagai berikut.
1.     Sisi-sisi balok berbentuk persegi panjang.
2.     Rusuk-rusuk yang sejajar memiliki ukuran sama panjang.
3.     Setiap diagonal bidang pada sisi yang berhadapan memiliki ukuran sama panjang.
4.     Setiap diagonal ruang pada balok memiliki ukuran sama panjang.
5.     Setiap bidang diagonal pada balok memiliki bentuk persegipanjang

5.     Kerangka Balok
Sebuah balok memiliki 12 rusuk. Jika panjang rusuk balok adalah p, lebar rusuk balok adalah l, dan tinggi rusuk balok adalah t maka jumlah panjang rusuknya adalah 4p+4l+4t.

6.     Jaring-Jaring Balok
Jaring-jaring balok ada 54 buah. Untuk lebih jelasnya silahkan dibaca Jaring-jaring balok.

7.     Luas Permukaan Balok
Luas permukaan balok adalah jumlah luas sisi-sisi balok. Kalian ingat bahwa balok mempunyai 6 sisi dengan panjang p, lebar l dan tinggi t. Jadi, untuk mencari luas permukaan balok dapat dicari dengan rumus :
L permukaan balok = 2 ( p × l ) + 2 ( p × t ) + 2 ( l × t )

8.     Volume Balok
Rumus volume balok sebagai berikut:
V balok = panjang x lebar x tinggi = p x l x t

a.     Sebuah akuarium berbentuk balok dengan panjang 50 cm, lebar 40 cm dan tinggi 30 cm. Berapakah volume air yang harus diisikan pada bak tersebut agar dapat terisi sampai penuh?
Penyelesaian:
Diketahui:
p = 50 cm
l = 40 cm
t = 30 cm
Ditanyakan:
balok = . . . .
Solusi:
V balok = p x l x t
         = 50 cm x 40 cm x 30 cm
         = 60.000 cm3
Jadi, banyaknya air yang harus diisikan pada bak tersebut adalah 125.000 cm3 atau 60 liter.

b.     Suatu balok memiliki panjang 15 cm lebar 10 cm dan tinggi 8 cm. Tentukan luas permukaan balok tersebut?
Penyelesaian:
Diketahui:
p = 15 cm
l = 10 cm
t = 8 cm
Ditanyakan:
L permukaan balok = . . . .
Solusi:
L permukaan balok = 2 ( p × l ) + 2 ( p × t ) + 2 ( l × t )
                     = 2 ( 15 × 10 ) + 2 ( 15 × 8 ) + 2 ( 10 × 8 )
                     = 2 ( 150 ) + 2 ( 120 ) + 2 ( 80 )
                     = 300 + 240 + 160
                     = 700 cm2
Jadi, luas permukaan balok tersebut adalah 700 cm2.

Definisi, Ciri-ciri dan Jaring-jaring Prisma

1.     Definisi Prisma
Prisma adalah bangun ruang yang dibatasi oleh dua bidang segi-n beraturan sebagai sisi alas dan sisi tutup serta n bidang persegi panjang sebagai sisi tegak. Nama prisma ditentukan sesuai banyaknya n sisi alas, yaitu prisma segi n beraturan.
Prisma memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut.
a. Memiliki sisi alas dan tutup yang sebangun dan sejajar.
b. Memiliki sisi tegak yang tegak lurus dengan sisi sejajar.
Beberapa contoh prisma:


3.     Jaring-jaring Prisma
a.  Prisma Segitiga
Jaring-jaring prisma segitiga sebagai berikut:
b.  Prisma Segi Empat
Jaring-jaring segi empat sama dengan jarring-jaring balok. Berikut ini beberapa jaring-jaring prisma segi empat:

c.  Prisma Segi Lima
Jaring-jaring prisma segitiga sebagai berikut:


Luas Permukaan dan Volume Prisma

A. Luas Permukaan Prisma
Mencari luas permukaan bangun ruang prisma adalah menghitung tiap-tiap luas alas, luas tutup, dan luas sisi-sisi tegak pada prisma segi-n.
1.     Prisma Segitiga
Prisma segitiga di bawah memiliki ukuran-ukuran sebagai berikut.


Keterangan:
a = alas segitiga pada sisi alas dan tutup
ts = tinggi segitiga
t = tinggi prisma
c = sisi miring pada alas segitiga
Luas permukaan prisma segitiga adalah jumlahan luas tiap-tiap sisi alas, sisi tutup, dan sisi tegak, yang dirumuskan dengan:
Luas Permukaan = L alas Luas tutup + Luas sisi tegak
Luas Permukaan = ( ½ × a × ts  ) + ( ½ × a × ts  ) + (a × t ) + ( ts × t ) + ( c × t )
Luas Permukaan = (a × ts ) + (a × t ) + ( ts × t ) + ( c × t ) 

Luas Permukaan = (a × ts ) + (a × t ) + ( ts × t ) + ( c × t )
Jadi Luas Permukaan Prisma Segitiga adalah sebagai berikut:


Atau,

2.     Prisma Segi Empat
Prima segi empat disebut juga balok. Jadi, mencari luas permukaan prisma segi empat sama dengan mencari luas permukaan pada balok.
3.     Prisma Segi Lima
Prisma segi lima terdiri atas dua buah sisi segi lima dan lima buah sisi tegak. Sementara itu luas sisi-sisi tegak pada prisma adalah:


Luas sisi tegak = 5 × a × t


Luas segi lima = 5 × luas segitiga APB

Luas segi lima = 5 × ½ × a × ts

Jadi, luas permukaan prisma segitiga diberikan sebagai berikut.
Luas permukaan = Luas sisi alas + Luas sisi tutup + Luas sisi tegak








Jadi, luas permukaan prisma segi lima diberikan sebagai berikut.


Contoh:
Diketahui prisma tegak ABC.DEF dengan ABC merupakan segitiga sikusiku, siku-siku di A, dengan AB = 6 cm, AC = 8 cm, dan BC = 10 cm. Jika tinggi prisma 12 cm, hitunglah luas permukaan prisma.
Penyelesaian:
Luas Permukaan = ( AB × AC ) + ( AB AC BC ) × t
= ( 6 × 8 ) + ( 6 + 8 + 10 ) × 12
= ( 48 ) + ( 24  ) × 12
= 48 + 288
= 336 cm2


B. Volume Prisma
Volume prisma dirumuskan sebagai berikut.
VP = Lalas × t
Keterangan:
VP = Volume Prisma
Lalas = Luas alas Prisma
t = Tinggi Prisma

Contoh
Diketahui prisma segitiga ABC.DEF mempunyai alas berbentuk segitiga sama kaki dengan panjang AB = AC = 10 cm dan BC = 12 cm dengan tinggi prisma 12 cm. Hitunglah volume prisma tersebut!
Penyelesaian

Tinggi Alas Prisma
AD2 = AC2 + CD2
AD2 = 102 + 62
AD2 = 100 + 36
AD2 = 64
AD = 8 cm
Luas Alas Prisma

Sehingga Volume Prisma segitiga adalah